Kata pertama yang bisa ku ucap pada hari peratammu Ospek adalah Astagfirullah, Karena ku benar lupa hari pertama Ospekmu. Dan kelupaan itu membuatku semakin sedikit menjauh karena ku pikir ini semua hanyalah sebuah permainan semata. Yang pada dasarnya ku sendiri tak tau bagaimana nanti kedepannya, dari pada banyak berharap yang tak jelas, mending ku mencoba untuk sedikit² melupakan sejenak kesibukan akan semua ini.
Jujur selama ini ku menulis Blog ini sudah sedikit memeras perasaan, Kejujuranku seolah akan menghancurkan diriku sendiri. Namun kembali ke perkataan ku sebelumnya, ku tak mau mengambil semua ini dengan egois semata. Terkadang miris juga kalau kita takut mengatakan cinta kepada orang yang kita cinta, kadang juga takut kalau sudah mengatakan cinta semuanya akan berubah, dan kadang juga takut pada orang sekitar ada yang sedikit tersakiti ketika orang yang kita cinta ternyata memiliki hubungan dengan orang lain. Namun semua ini ku mencoba melaluinya dengan ikhlas dan sabar. Ku mengerti mungkin butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dan menyesuaikan bagaimana karakteristikmu dengan tipikal ku sendiri. Terkadang juga minder, ketika melihat kamu yang begitu sopan, ramah dan menghargai yang namanya adat. Jujur ketika makan kemarin, ku melihat ada sebuah sinar yang indah dari sekitar tubuhmu, sinar yang nantinya akan membawamu pada sebuah kebesaran Tuhan dan sinar yang nantinya akan membawamu dalam sebuah kesuksesan. Namun ku tak mungkin juga meminta sinar itu, setiap orang memiliki jalan dan takdir masing². Cuma terkadang juga, ingin sekali bersamamu seharian saja, mencoba untuk saling mengenali dan saling terbuka pribadi kita masing². Aku yakin semua ini tak ada yang sempurna, sesempurna apapun kehidupan yang ada di Bumi pasti ada yang namanya kekurangan yang harus kita perbaiki dengan segala macam cara. Sedih ketika melihat orang yang kita sayang berjuang sendiri untuk dirinya dan keluarganya,Sedih dan terharu melihat sebuah keluarga mini dengan segala kesempurnaan batin dan kesederhanaan yang bisa kubilang jarang sekali kutemui sekarang ini. Ingin ku ikut hadir dalam keluarga itu, namun apa hak ku? Tak ada hak buat itu, sebelum semua mengenal baik satu sama lain. Namun ingin sekali mengenal keluarga kecilmu, dengan harapan bisa menjalin hubungan dengan baik meski ini hanya sebuah persahabatan ataupun sekedar teman biasa yang saling menghargai, cukup terobati meski dalam batin jujur miris. Tapi tenang, semua ini ku lakukan dengan senyum, tau gak ketika kamu makan ku terus melihatimu dengan atau tanpa kau sadari. Cara makan itu mengingatkan ku akan semua ini sederhan dan semua ini biasa, dalam hatiku senang dan bahagia bisa melihat seseorang yang dengan santai dan pastinya melahap semangkok mie yang bisa kubilang mungkin tak ada rasanya. Pada saat itu pula, ingin sekali melihatmu makan seperti orang lain, tidak harus menyisihkan sedikit bagian yang bisa kubilang cukup enak untuk kita makan bersama. Dan ku mencoba untuk mengikuti apa yang kamu rasakan, ku sisihkan apa yang kamu sisihkan. Ku coba buat suasana pada saat itu senyaman mungkin, tapi tak tau mungkin itu gagal.
Sampai saat ini akupun masih teringat pada moment makan itu. Sampai² aku melihat orang sekitar bagaimana cara makan mereka, sungguh berbeda dengan cara makanmu, hingga pada akhirnya ku mencoba mengikuti bagaimana caramu menunjukkan cara makan yang benar dan sopan. Untuk kesekian kalinya, kau tunjukkan kejutan bagiku, yang di awal sekali kalau kamu mau buka pada postingan, ku menulis pastinya akan banyak kejutan nanti setelah lama dan mengenalmu jauh lebih dalam. Dan kejutan itu sedikit sudah muncul yang membuatku senyum di wajah dan menanggis di hati karena semua ini kau lakukan dengan sabar dan ikhlas. Aku tau seberapa besar usahamu dan segala apa yang kau perjuangkan selama ini, meskipun tak semua tapi aku bisa merasakan sedikit dari itu. Sudah ku tak sanggup lagi membuat kata untuk saat ini, sukses buat ospekmu dan disini ku selalu mendoakan semoga semuanya baik² saja. Amien
Dan aku tak akan pernah berhenti memberikan makan ikan² kecilku, tarian indahnya selalu mengingatkanku akan semangat juang dirimu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar