Assalamualaikum wr wb .
Maafkan ayah Bund sudah terlambat untuk merubah segalanya. Ayah tak tau harus bagaimana, beberapa hari sebelum pelaksanaan Pernikahan kaka kenapa ayah ingin sekali hadir disana Bund ? Ayah ingin tunjukin kepada bapak ibu, ayah akan bertanggung jawab dengan semua yang sudah ayah lakukan selama bersama Bunda. Tidak terkecuali hal yang amat dibenci oleh Allah SWT.
Bunda meskipun ayah tak bisa bertemu dengan Bunda secara langsung, dahulu ayah mulai pertemuan dari ini, ayah tak menyangka jika akhrinya ayah harus mengakhirinya dari sini pula. Bunda ayah ingin sekali memohon maaf pada bapak ibu manding, ketika semua kesalahan yang ayah perbuat, ayah ingin meminta maaf kepada bapak ibu manding Bund. Mungkin ayah tidaklah sepandai Bunda dalam hal agama, tapi tekat ayah seiring dengan berjalannya waktu semua ayah lakukan, mulai ayah membuat Wordpress yang isinya penuh dengan nuansa islami. Ayah ingin sekali pandai dalam hal agama, meskipun teramat banyak dosa yang ayah lakukan selama ini. Bunda tengok Wordpress ayah, ada siapa disana Bund ? http://adytyakurniawan.wordpress.com/
Bunda ayah akan memulai cerita keluarga ayah, ini sudah ayah lakukan beberapa hari kemarin ketika ayah benar-benar takut, ayah menanyakan kenapa Uti merubah agamanya menjadi Katolik? Jangan salahkan kami yang belum terlalu kental dengan nuansa Islami, tapi kami adalah keluarga yang amat kasihan, ayah tidak meminta belas kasihan dari siapapun, ayah hanya ingin berbagi masa lalu keluarga ayah. Jangan dibilang masa lalu itu tidak penting, masa lalu adalah tolak ukuran kita untuk masa yang akan datang Bund.
UTI :
Dahulu uti memang beragama Islam, uti masih memiliki keluarga yang utuh, Uti masih kecil sekali Bund, masih berusia 5 Tahun kebawah. Ketika itu ibunda Uti meninggal, ibunda uti bekerja bersama orang Belanda, beliau diracun ketika sedang menanam Pohon Pepaya. Setelah itu uti diasuh oleh Mbah Jio, sepeninggalan almarhumah ibunda uti, sampai sekarang Uti tidak tau kapan Uti dilahirkan dan usia Uti berapa Bund. Kemudian Uti sering diberikan makanan oleh banyak orang, mereka berasal dari golongan Nasrani. Kemudian untuk menghormati karena Uti sering ikut mereka, Uti mengganti agamanya menjadi Katolik. Kemudian Uti menikah dengan Mbah Tohir, beliau beragama Islam, dalam keluarga kami Uti termasuk hamba Allah yang penuh dengan cobaan di usia muda beliau. Hingga diasuh oleh Ibu tiri, makan yang tak berkecukupan. Kami semua merangkak dari bawah, dari yang tidak bisa mencoba bisa agar bisa seperti mereka. Tadi pagi Uti ayah ajak untuk masuk Islam, tapi Uti menjawab apa Bund ? Tahukah amanah Uti selama ini ? Dulu Uti punya putra Bund namanya Mas Gini, beliau beragama Katolik, karena Mbah Tohir lebih memilih agar putranya ikut agama Uti, jika Bunda tau, wajah Bapak Nurhasyim, hampir mirip dengan Mbah Tohir, dari postur tubuhnya hingga jenggot yang tumbuh disekitar raut wajah Bapak Nurhasyim. Ketika Uti ayah tanya, beliau menjawab " Aku pengen ambi anakku dit, soale agamane Katolik. Omongo neng Zimah, mak e pengen melu anake ". Seketika ayah masuk kamar Bund, ayah langsung meneteskan air mata sebelum berangkat kerja, setiap hari ayah selalu menunaikan sholat sunah Bund, dengan harapan ayah bisa membalas semua kesalahan yang ayah perbuat. Ayah melakukan ini semua karena ayah takut sama Allah, ayah menyesal. Jika ingat uti yang masa lalu seperti itu, ayah jadi semakin takut kehilangan Uti, sifat Uti hampir sama dengan Bunda. Bunda pernah dengar kan Uti waktu berbicara dengan Bunda, Uti menggunakan bahasa yang halus kan ? Keluarga kami hanya ingin menjadi baik Bund. Ayah sedih ketika harus memutuskan tali silaturahmi sesingkat ini, jika menjadi saudara ayah siap terima, tapi jangan ginikan ayah Bund.
IBU :
Dahulu Ibu juga beragama Katolik karena diasuh oleh Uti Bund, keluarga kami memang bukan dari keluarga yang terpandang, tapi kami mencoba untuk bisa lebih baik Bund. Ibu mengenal Bapak Har, Ibu langsung merubah agamanya menjadi Islam. Dulu bapak pernah bisa menyembuhkan orang yang sakit Bund, keluarga Islam kami adalah dari bapak, ayah lebih ingin Uti berkumpul di Trenggalek, disana ayah merasakan sebuah keluarga yang utuh. Ibu sudah saya ajak, dan Bapak menyuruh untuk terus mengajak.
Ayah tidak mengeluh ataupun Protes, ayah mengerti ketika semua memang sulit untuk dirubah. Ayah tau ayah salah, tapi ijinkan ayah untuk memohon maaf pada bapak ibu manding Bund. Keluarga kami semua mengalami perubahan Bund, kehadiran Bunda membuat ayah semakin mengerti agama.
Bunda tanya kemana saja ayah 7 Bulan ? Bundaaaaa ... 7 bulan ayah merawat Bunda, dulu Bunda ingat ketika Bunda sakit berak darah ? Bagaimana ayah yang sering rewel melihat itu ? Apakah ayah diam saja ? Ayah tanya kesana kemari Bund, ayah paksa Bunda untuk berobatpun sulit.. Ketika Vertigo Bunda kambuh, ayah bagaimana Bund ? Ayah tak bisa kan hadir disamping Bunda, hingga ayah harus mengajak setri untuk menemani ayah agar bisa menjenguk Bunda.. Puncaknya ketika malam hari bersama Mas Irham, ayah menangis dihadapan mereka, ayah sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Bunda, ayah memohon kepada Mas Irham agar Bunda mau diperiksakan, tapi Bunda tetap tidak mau untuk diperiksakan ke Dokter Mata. Bunda tau perjalanan pulang menuju manding ? Bunda tau kah ayah sedang apa ? Ayah menahan kaki Bunda agar tidak tersandung batuan kerikil, ayah angkat kaki Bunda, ayah pegang erat agar Bunda tidak jatuh. Ya Alloh ....
Jika Bunda tanya 7 bulan ayah kemana saja ? Ayah 7 Bulan belajar untuk bisa membuat Bunda sehat Bund, ayah ingin kuliah Bunda bisa lancar, ayah tau Bunda memiliki keinginan yang kuat untuk bisa membanggakan orang tua, ayah sebaik mungkin menjaga kesehatan Bunda. Mas Irham nitip pesan ke ayah jaga Zimah, dia memiliki kemauan kuat tapi mudah lelah dalam berpikir. Ayah mencoba agar Bunda tidak berpikir sendirian, ayah ingin Bunda berbagi kepada ayah ada masalah apa. Tapi Bunda sering diam dan ayah tak pernah memaksa.
Ketika ayah berusaha untuk masuk keluarga Bunda, Bunda selalu bilang " Mbenjing-mbenjing mawon" ayah menurut. Jujur ayah ingin melihat bapak ibu manding bisa menerima ayah, tidak harus disembunyikan Bund.
Jika sudah begini, ayah akan menjaga amanah dan melanjutkan apa yang sudah Bunda ajarkan ke ayah.
Ayah mohon, jaga kesehatan geh Bund ? Dahare ampun supe, ayah hanya memohon itu Bund. Jika Bunda ingin membuat bapak ibu bahagia, jaga kesehatan Bunda geh? Bund ...
Lebih baik tersiksa untuk menyesali keadaan dari pada bahagia tapi ayah tak bisa bersama Bunda, ayah ingin membangun agama bersama Bunda, masa lalu yang kelam, ayah ingin hapus dan berjanji kepada Allah SWT tidak akan mengulanginya lagi.
JAGA SEDANTENE GEH BUN ?
KULO TASEK JAGA AMANAH JENENGAN, KULO TASEK KATAH ISTIGFAR TENG JALAN..
ASATAGFIRULLOH ..
Ayah yakin Bunda akan membuat Bapak Nurhasyim dan Ibu Luluk bangga, ayah yakin itu..
Meskipun tidak bersama ayah, tapi ayah akan selama mungkin menjaga ini dan berusaha lebih baik karena ingin membangun agama bersama Bunda. Ayah memberatkan agama Bund, ayah tidak memaksa karena ingin memiliki Bunda, tapi semua yang ayah janjikan ayah ingin tepati Bund ...
Wassalamualaikum wr wb ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar