Assalamualaikum wr wb
Sejujurnya berat untuk menerima semua ini, akupun tak habis pikir. Sesingkat inikah semua yang aku perjuangkan dan aku usahakan agar orang yang aku sayang bisa sehat seperti teman-teman pada umumnya ? Sakit, sedih dan putus asa memang sekarang ini bersarang pada otak kecilku. Akupun mulai sedikit merasakan remuk dan hancurnya jantungku, jantung yang selama ini terkunci rapat sosok indahmu, kini harus aku cari lagi kunci yang memenjarakanmu dan untuk melepaskanmu dari jantungku. Meskipun sulit, kenyataannya memang sulit untuk mencari kunci yang sudah hilang entah dimana aku membuangnya.
Andai kata semua ini tak ada masalah yang membuat kita harus berpisah, mungkin aku akan jauh lebih dari pada sebelumnya. Setiap hari ku selalu merindukanmu, mengkhawatirkanmu, jeles akan semua aktifitasmu. Semua ini ku tahan hanya agar engkau bisa lepas laksana Burung Merpati yang indah terbang jauh nan tinggi. Aku tak tau harus bagaimana agar semua ini kembali seperti sedia kala. Jika memang sudah tak bisa dibangun kembali, mungkin membutuhkan waktu yang panjang untuk aku agar bisa melupakan semuanya. Sulit, teramat sulit, bahkan tak bisa. Tapi aku tak akan tinggal diam, apa yang beliau minta mohon tanyakan, dan itu akan aku lakukan agar beliau senang akan kehadiranku dalam hiruk pikuk keluargamu kelak. Jika diperbolehkan, jikalau tidak, aku cuma bisa menuruti apa kata beliau.
Jika nanti perpisahan yang akan terjadi, mungkin aku akan pergi jauh. Sesekali aku akan megabarimu dan selalu aku doakan hingga akhir hayatku. Jaga kesehatan ya, usahakan makan yang rutin. Dari dulu, selalu aku usahakan makan yang rutin, dijaga pola makannya, susah sekali. Tapi semoga dengan ini engkau mampu menjaga amanahku dengan baik ya.
Bunda ... Sulit Bund, tapi tak bisa aku menyuruh Bunda untuk bicara pada beliau. Yasudah, aku cuma bisa melanjutkan apa yang sudah Bunda ajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar