!--Widget Share Button Melayang Start-->

Minggu, 26 Februari 2012

Kesalahanku

Dulu aku mulai kisah ini dari Blog ini. Aku suguhkan banyak sekali rangkaian kalimat yang seolah membuatmu merasa terjaga dan yakin akan semua tulisan ku terdahulu. Tapi hari ini, berkaitan hari kemarin aku telah melakukan sebuah kesalahan terbesar yang aku lakukan untuk kedua kalinya. Sebenarnya ini semua kulakukan hanya karena khawatir terhadap kesehatanmu, bukan masalah yang besar, ini masalah kecil. Tapi benar apa katamu, masalah kecil akan menjadi besar apabila tidak sesegera mungkin di tindak lanjuti. Aku mengakui aku manusia yang lemah dan tak sepandai laki-laki lain, tapi aku mempunyai maksud yang baik dibalik semua ini. Aku tak ingin kisah kita berakhir hanya karena masalah yang kecil ini, mungkin aku bohong, mungkin aku sering ingkar janji, tapi ku tak pernah ingkar untuk berpaling darimu, ingkarku hanya karena khawatirku terhadapmu. Lebih baik sengsara apabila aku tak mampu membuatmu bahagia, berbagai cara sudah aku lakukan agar engkau merasa terjaga disampingku, berbagai upaya sudah aku lakukan agar engkau mengerti bahwa hidupku ini hanya untukmu. Namun semua ini seolah sirna ketika sebuah masalah kecil menerpa kita. Ya Tuhan berikanlah kami kesabaran dan berikanlah kami cara terbaik agar hubungan kami bisa berlangsung dengan baik dan lancar, adapun cobaan yang kau berikan, berikanlah kepada kami yang sekiranya kami mampu untuk menyelesaikannya. Amien

Hampir menginjak usia 5 Bulan hubungan kita, sebentar sekali rasanya kalau kita harus berpisah. Bunda, maafkan saya untuk yang terakhir kalinya, semoga ayah bisa menjadi lebih baik dari pengalaman sebelumnya. Sepeerti halnya kita sama, ketika Bunda sulit untuk di ingatkan, mungkin ayah lebih sulit lagi untuk menjaga Bunda jika tak ada di sisi Bunda. Sering kali ayah libatkan banyak orang sekitar Bunda, sejujurnya tak ingin merepotkan mereka, akan tetapi Bunda terlampau sulit untuk ayah kendalikan dari jarak jauh, dengan sifat yang tak ingin merepotkan orang lain, ayah salut terhadap Bunda. Bunda itu adalah sosok yang benar-benar membuat ayah tunduk dihadapan Alloh, sosok yang memang kalem tapi benar apa kata Bunda akan terlihat seperti singa yang lapar ketika marah. Jujur Bunda, jika mungkin kita bisa mengerti satu sama lain, mungkin masalah seperti ini tak akan terjadi. Ayah selalu mengerti ketika Bunda sakit, apa yang harus ayah lakukan. Tapi selalu tidak mendapat restu dari Bunda, bukannya ayah tak percaya Bunda bisa melakukan segalanya dengan sendiri, akan tetapi ayah hanya melakukan tanggung jawab seorang lelaki.
Mungkin terlalu memuakkan kalimat ayah, ayah tak pandai membuat kata-kata, lebih baik jujur apa adanya ketimbang mengada-ada. Dan ini semua sudah aku luapkan bahwa ayah tak ingin pisah dari Bunda, biarkan ayah menjaga, merawat, dan membersarkan Bunda ketika masih dibawah baju Jas Biru tua. Ijinkan ayah untuk menjaga Bunda, kesehatan Bunda, Pikiran Bunda, Sikap Bunda, dan Tutur Kata Bunda geh ??

Uhibbuki Fillah Azimah Fauziyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar