!--Widget Share Button Melayang Start-->

Minggu, 05 Februari 2012

Ayo Bund Tatap Mataku


Assalamualaikum wr wb .

Bunda untuk keskian dan bersekian kali lagi ayah memohon maaf, bukan karena ayah ingin membuat Bunda sedih atau menangis. Ayah hanya ingin menghukum diri ayah ketika tak bisa menjaga Bunda dan perkataan Bunda. Seharusnya ayah bisa lebih baik untuk menjaga Bunda, seharusnya ayah bisa membuat Bunda tersenyum ikhlas dan bahagia, namun semua itu selalu tak sesuai dengan apa yang ayah inginkan. Sedih memang dalam hati yang paling dalam, melihat kekasih Alloh yang ayah sakiti, mohon Bunda tatap mata ayah lihat dari dalam, lihat cinta ini tulus Bunda, lihat selalu ketika Bunda merasa ada yang salah dengan ayah. Tatap mata ayah dengan penuh kasih dan cintamu, ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik pada Bunda. Tak pernah membuat Bunda sedih ataupun kecewa. Ayah punya sedikit cerita untuk Bunda, semoga Bunda tak sedih setelah membaca cerita karya ayah ini. Dibaca ya Bunda, ayah mohon ini karya ayah asli bukan dari siapa, akan tetapi ini inspirasi dari Bunda.


Kesedihan Selalu Akhir

    Disuatu hari ditengah cerahnya sinar matahari pada saat itu, ada satu pasang kekasih sedang duduk berdua dibawah rindangnya pepohonan nan hijau dan sejuk. Ditengah obrolan mereka bisa terlihat betapa asik dan romantisnya mereka membicarakan suatu hal. Tanpa mereka sadari keasikan mengobrol, datang seorang kakek tua yang menghampirinya, dengan senyum yang ikhlas mereka memberikan beberapa kepingan uang logam untuk kakek tua itu, Namun tidak berhenti disitu, setelah memberikannya sedikit rizki kepada kakek tua itu, mereka mengajaknya untuk makan bersama diarea kebun wisata tersebut. Dengan canda dan tawa mereka, terlihat sangat hangat sekali suasana pada siang itu, percakapan demi percakapan mereka lakukan. Hingga menjurus sebuah petanyaan yang dirasa sudah sewajarnya dalam sebuah obrolan itu muncul. Dimulai dari sepasang kekasih tadi mencoba menanyakan kepada kakek tua tersebut.

 " Kakek tinggal dimana ? " tanya pasangan lelaki tersebut.
 " Kakek sudah tidak memiliki tempat tinggal nak ". Jawab kakek tua itu dengan nada yang lembut.
 " Astagfirulloh, lantas selama ini kakek tinggal dimana ? " tanya pasangan perempuan itu.
 " Kakek tinggal dibalik taman ini, di sebuah tempat bagian dari taman yang kecil. Dan alhamdulilah saya disitu  tidak diusir oleh pegawai taman ini nak ". Jawab kakek tua itu dengan nada gembira.
 " Sebelumnya kakek maaf, tidak punya tempat tinggal atau bagimana ? " tanya pemuda tadi.
Jawab kakek sambil mempersiapkan cerita tentang masa lalunya.
 " Dulu kakek punya tempat tinggal, kakek juga punya keluarga, dan sama dengan kalian hampir setiap akhir pekan kakek selalu mengajak pasangan kakek ke taman ini. Kami selalu menceritakan hal-hal yang indah dan perjuangan kami untuk mencapai hubungan yang direstui oleh kedua orang tua kami nak. Tapi sayang, dulu kakek terlalu meremehkan pasangan kakek. Kakek selalu membiarkan dia saat berpergian jauh, mengikuti acara kegiatan bersama temannya, dan yang terakhir kakek menyesal sekali ketika tak mampu membuktikan perkataan kakek pada saat itu. ", " emang kakek pada saat itu menjanjikan apa kepada pasangan kakek ? " lanjut anak muda itu.
 " Dulu kakek berjanji padanya, kakek akan jaga dia sebisa mungkin selama kakek masih hidup. Dan sekarang kakek sudah ditinggal pergi oleh pasangan kakek pada saat itu nak, bukan karena perpisahan yang terjadi pada kakek. Akan tetapi Alloh yang memisahkan kita. Dan di belakang taman itu, kami sempat berjanji jika suatu saat nanti kita pisah dan dipisahkan oleh Alloh, tolong setidaknya jaga taman kecil dibalik taman ini. Disitu ada sebuah taman kecil dengan bunga-bunga indah dan sayur mayur di pinggir sungai nak, kalau tidak keberatan nanti kakek tunjukkin nak. Dan pada saat itu pula kakek mulai pisah dengan keluarga kakek, kakek menepati janji kakek untuk menjaga dan merawat taman itu. Dulu tak sebesar ini taman yang kalian lihat, dulu hanya sepetak taman kecil dibalik taman besar ini. ", " Berarti yang merawat taman ini kakek ? ". tanya anak muda itu dengan penasaran.
 " Bukan, kakek hanya membagikan biji bunga yang gugur kepada anak-anak yang sering menemani kakek disini kala itu hingga sekarang. Dan mereka membantu kakek katanya membuat Syurga kecil di taman ini, kalian bisa lihatkan banyak kupu-kupu disini. Dan jika ingat pada saat itu, pasangan kakek suka sekali dan cinta sekali dengan anak-anak kecil yang berbakat dan teramat cinta terhadap keluarganya. Dan sekarang ini kakek menjaga taman ini ibarat keluarga kakek ". Sambil tersenyum dengan mata yang sayu.
 " Terus yang memberi makan kakek setiap harinya siapa ? " tanya anak muda tersebut.
 " Kakek hanya mengandalkan belas kasihan dari para pengunjung, tapi kakek tidak pernah meminta sejujurnya, kakek hanya mendatangi mereka dan ingin bercerita kepada setiap pasangan yang datang ke teman ini agar mereka menjaga pasangannya, dan jangan sampai seperti kakek ini ". Sambil tersenyum.

  Setelah pembicaraan itu sepasang kekasih itu diajaklah kebelakang taman, di dilihatkannya taman kecil yang penuh dengan bunga indah dan sayur mayur yang segar dipinggiran sungai nan bersih. Dan disitu ada juga sebuah gubuk kecil dan di dalamnya terdapan sebuah alas tikar yang sederhana dan barang-barang peninggalan pasangannya terdahulu. Dan setelah itu sepasang kekasih itu hampir setiap akhir pekannya mengunjungngi kakek tersebut untuk membantu merawat taman kecilnya dibelakang taman besar itu.


Sungguh istimewanya sifat kakek ini, beliau rela meluangkan waktu hidupnya untuk sekedar menepati janjinya terhadap pasangannya, beliau rela kehilangan harta berharganya hanya untuk melihat pasangan kekasihnya bahagia di Syurga melihat kakek itu mampu menepati janjinya. Semoga dari sepenggal cerita ini Bunda mau memaafkan ayah, ayah yang lemah dan ayah yang penuh dengan dosa. Ayah tak akan ulangi perbuatan itu lagi Bund, ayah sayang Bunda Tulus ....
Wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar