!--Widget Share Button Melayang Start-->

Kamis, 29 Desember 2011

Sedihku Lagi dan lagi

Mendengar kemarin kau jauh dariku. Perasaan yang pertama takut, khawatir dan ingin sekali menghampirimu kesana, tapi selalu tak mau bicara dan memberikan penjelasan yang nantinya bisa membuatku mengerti. Bagimana bisa mengerti kalau tak ada sebuah penjelasan dari bibir indahmu? Akupun juga bukan orang yang pandai membaca perasaan dan keadaan orang, aku cuma bisa melihat dari kejadian sebelumnya untuk aku pikirkan dimana kesalahan ini berawal. Namun tak semudah dengan apa yang aku bayangkan, mencoba ku ingin masuk ke masalah itu tapi untuk membukanya masalah itu kepada tubuhku yang lemah inipun, kau tak mau. Padahal kalau kau tau, aku selalu ada untukmu.

Rabu, 28 Desember 2011

Tulisan Untuk Negeriku ( Indonesia )

Hai bangsa Indonesia, Hai masyarakat Indonesia, dan Hai juga para pemimpin Indonesia. Tulisan ini cuma sekedar sebuah History yang saya ketahui semoga saja menginspirasikan sebagian dari kita agar tidak terlalu bersusah payah untuk berfikir dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang amat sulit.

Kerinduanku ( Once Upon a Time )

Lama sekali saya tak menulis pada Blog mini ini, terasa rindu sekali dan teringat pertama dulu ku memulai dengan sebuah kalimat yang seolah-olah selalu membuatmu agar yakin bahwa inilah tulisan hatiku. Tulisan yang dimana ini nanti akan mewakili ketika mulut terlampau sulit untuk berbicara langsung di hadapanmu. Kali ini ku mulai menulis ketika perasaan rindu yang teramat dalam ini tentang masa lalu.

Mungkin benar kalaupun di Dunia ini ada yang namanya mesin waktu, saya ingin sekali memutar kembali  mesin waktu ini dan memulainya dari awal sehingga tak ada kesalahan sedikitpun, dan itupun Insyaallah. Dulu ketika pertama bertemu dengan dirimu, sering sekali ku bicarakan depanmu " Matalah yang selalu aku lihat ketika tubuh ini ingin mengenal jauh lebih dalam akan siapa sebenarnya dia ". Rindu sekali ketika masa dulu, aku yang rajin menulis agar kau mengerti betapa ingin dan berharapnya tubuh ini bisa berada disampingmu dan menjagamu sepenuh waktu dan jiwaku. Meskipun itu semua berlaku dihari kemarin, namun setidaknya hari ini ku sudah bisa untuk sebagian menjadi milikmu.

Rabu, 14 Desember 2011

Hidup dan Matiku

Ku terlahir dengan sebuah tangisan
Ku tumbuh dengan sejuta harapan
Ku dibesarkan dengan kasih dan sayang
Dan Ku dewasa dengan penuh perjuangan

  Tapi mampukah aku hidup di Bumi yang kejam ini?
  Akankah ku bisa membuatnya bahagia?
  Mungkinkah aku nanti sengsara bersamanya?
  Yang pastinya nanti aku akan mati kembali kepada-Nya.

Namun sebelum semuanya itu terjadi
Sebelum nafas dan nyawaku hilang
Sebelum usahaku berhenti disini
Ijinkan aku memeluk orang yang kusayang
Dan kusampaikan perasaanku sejauh ini
Kesedihan selama hidupku ini
Dan salam perpisahanku sebelum ku pergi

Selasa, 13 Desember 2011

Rabu 12 Desember 2011

Hari ini pagi ini yang sangatlah dingin, ku mulai dengan mengantar nenek pergi untuk olahraga senam pagi. Seperti biasa setiap hari Rabu Nenek selalu melaksanakan kegiatan rutin Senam Pagi di Gerja Santo Yusup Blitar. Pagi ini terasa dingin sekali dengan celana pendek dan baju yang lumayan tipis ku mencoba memberikan sedikit tekanan pada gas motor sepulang mengantar nenek Senam Pagi. Dan setelah itu sampai rumah niat ingin mencuci Joni, namun melihat keadaan jadi agak sedikit malas. Hehehehhee

Kemudian ku tengok jam ternyata masih pukul 6.20 Am pagi banget ya masihan, untuk apa ini pagi kalau cuma diam saja? Ku putuskan untuk ku isitqomahkan lagu Ahmed Bukhatir - Zawjati biar pagiku terasa lengkap dengan alunan yang sangat melankolis itu. Namun ku merasa masih ada yang kurang, ternyata perutku mulai merasa ada yang aneh, mules dan mual. Tak perlu lama² lagi langsung ku ambil air kemudian ku lancarkan Buang Air Besarku, hehehhe ( Maaf Jorok )

Kemudian langsung mandilah aku dan kebetulan nenek datang, setelah itu sarapan pagi dengan ungkusan Tawon, namun yang aneh setelah makan itu perut semakin tak karuan rasanya dan mata ingin rasanya tertidur lagi. Kemudian nenek memberikanku sebuah permen Kopiko, langsung tanpa banyak cakap ku terima tawaran itu dengan harapan tidak mengantuk lagi. Namun ternyata setelah ku makan itu permen bukannya membaik malah tambah pusing, dalam hati salah makan apa pagi ini ko sampai seperti ini? Terus kemana yang memeprhatikan aku? Hahahahaha ( ngarep mburi mode On )
Kemudian sampailah di warnet, ada teman menawarkanku sebuah mie dan minuman, tapi bukannya menolak rejeki memang pada saat itu ku tak ingin makan yang ku ingin hanyalah tidur dan mendiamkan perutku yang mual dan terasa ingin memuntahkan sesuatu tapi tak mau muntah.

Untung saja temanku pengertian, ku disuruh tidur di dalem tapi ku tak mau. Namun terasa semakin aneh saja ini kepala, kemudian ku langsung masuk dan ku tidur untuk sejenak. Meskipun dalam tidurku itu merasa mual dan ingin muntah. Dan tak lama kemudian, Bapak telepon bilang butuh kiriman uang. Dengan sangat terpaksa mungkin dosa kali ya, tapi semoga saja tidak. Hehehehhe aku menuju ke Bank dengan keadaan seperti itu dan ku transfer uang itu, dan setelah itu kembali ke Warnet untuk isitirahat kembali.

Ternyata tak terasa waktu sudah menunjukkan mulai jam 11.45 ku tatap Hape kecilku, biasa jam segini seseorang yang selalu mengajakku untuk sholat bersama SMS untuk melaksanakan Ibadah bersama tidak kunjung datang, mungkin telephon gengamnya habis kali batrainya. Dan tak mau ketinggalan juga, dengan kondisi pusing ku coba langkahkan kakiku sedikit demi sedikit untuk mengambil air wudhu dan ku jalankan ibadah rutinku, alhamdulilah dalam hati dengan kondisi ini ku mampu melaksanakan ibadahku dengan baik.
Dan untuk selanjutnya di sensor karena sudah tak sanggup lagi untuk menulis ini, hahahahaha

Blitar, 12 Desember 2011
Pukul 12.55 WIB
Famous.networking

Sabtu, 10 Desember 2011

Maafkan aku Mbah ( Alm. Mbah Tohir )

Masih teringat jelas masa itu dimana ku mulai dari kecil hingga dewasa dirawat oleh seorang Nenek yang usianya sekarang sekitar 65-an Tahun. Banyak sekali yang diceritakan terhadap beliau dimasa kecilku, yang mungkin tak semuanya beliau ingat dan aku ingat juga. Yang jelas masa kecil itu, yang diceritakan oleh beliau merupakan gambaran dahulu di waktu kecil, betapa bersyukurnya segala kebutuhanku berkecukupan. Tapi bukan itu yang aku minta, dan disinipun ku ingin meminta maaf.

Gemuruh Dalam Hati

Hari ini ku mulai sedikit membuat coretan terhadap Mini Blogku ini, tak lain dan tak bukan semua coretan disini adalah untukmu Bunda. Mungkin ku terlihat selalu tampil baik depanmu, memang itu yang harus kulakukan. Karena ku tak mau menyia-nyiakan hidupku yang sekali ini dan sementara ini. Disisa hidupku yang singkat ini, ku hanya ingin membuat sebuah perwujudan kalau ku mampu bisa jauh lebih baik sebelum hari kemarin, dan itu juga karena adanya sosok dirimu disampingku.
Yang selalu mengajarkanku bagaimana caranya menjaga amanah, bagaimana caranya menjaga agar hati ini selalu tenang, bagaimana caranya agar pikiran ini selalu positif, bagaimana caranya agar cinta ini selalu tumbuh, dan banyak lagi kau ajarkanku akan semua yang ingin aku pelajari. Hari ini, tak tau ada angin apa, ku seperti merasa sendiri saja. Padahal bukan karena apa, atau mungkin karena efek mimpi kemarin yang ku menjadi seorang pangeran tanpa adanya seorang putri? Hah bukan masalah itu. Atau mungkin karena pagi tadi ku belum sempat berpamitan untuk segala macam aktifitas? Ku rasa bukan itu, dan ku percaya bukan dariku dan bukan darimu mungkin bisa saling mengerti. Lantas perasaan sepi apa ini?
Aku sendiripun tak mengerti, kenapa saat ini merasa sepi sekali? Seolah ada yang kurang dalam keseharianku. Tak ada kabar bukan berarti kau menghilang bukan? Mungkin karena sibug mengurus agenda ini, itu dan mungkin juga sibug mengurusi Nada. Ku mengerti itu, namun setiap ku mencoba mengerti masih saja ada yang mengganjal, masih merasa sepi? Ini karena apa aku sendiripun tak mengerti.
Seolah kesibukanku hari ini tak ada kesibukan, dan pemikiranku hari ini seolah tak ada yang perlu dipikirkan. Tapi hati? Selalu merasa ketika ada sesuatu yang berbeda, semoga saja ini hanya sebuah perasaan semata tak lebih dan semoga tak berharap lebih.
Waktu sudah menunjukkan Sholat Ashar, mari kita jalankan ibadah wajib kita sebagai umat muslim yang baik dan istiqomah.