!--Widget Share Button Melayang Start-->

Rabu, 28 Desember 2011

Kerinduanku ( Once Upon a Time )

Lama sekali saya tak menulis pada Blog mini ini, terasa rindu sekali dan teringat pertama dulu ku memulai dengan sebuah kalimat yang seolah-olah selalu membuatmu agar yakin bahwa inilah tulisan hatiku. Tulisan yang dimana ini nanti akan mewakili ketika mulut terlampau sulit untuk berbicara langsung di hadapanmu. Kali ini ku mulai menulis ketika perasaan rindu yang teramat dalam ini tentang masa lalu.

Mungkin benar kalaupun di Dunia ini ada yang namanya mesin waktu, saya ingin sekali memutar kembali  mesin waktu ini dan memulainya dari awal sehingga tak ada kesalahan sedikitpun, dan itupun Insyaallah. Dulu ketika pertama bertemu dengan dirimu, sering sekali ku bicarakan depanmu " Matalah yang selalu aku lihat ketika tubuh ini ingin mengenal jauh lebih dalam akan siapa sebenarnya dia ". Rindu sekali ketika masa dulu, aku yang rajin menulis agar kau mengerti betapa ingin dan berharapnya tubuh ini bisa berada disampingmu dan menjagamu sepenuh waktu dan jiwaku. Meskipun itu semua berlaku dihari kemarin, namun setidaknya hari ini ku sudah bisa untuk sebagian menjadi milikmu.


Kemarin ataupun disebut dahulu sama saja, aku selalu berusaha tampil sempurna di depanmu, meskipun membutuhkan sebuah usaha yang lebih, semua kulakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Ketika kemarin dan hari ini mendengar bahwa kita akan jauh untuk beberapa hari, rasanya kurang nyaman untuk disampaikan ini sebagai kabar gembira dan baik. Bertepatan dengan hari spesial yang sudah ku nanti untuk memberikan sesuatu yang mungin tak berarti, tapi ada sedikit sesuatu yang ingin kuberikan, bukan barang dan bukan juga tindakan, lalu apa ? Tak ada hubungannya dengan kehidupan di Dunia ini, lantas apa yang akan aku berikan ? Aku tak bisa memberikan apa-apa, aku cuma bisa memberikan senyum terindah dan kado yang berharga. Kenapa aku beri tahukan sekarang ? Kemarin aku juga sudah sampaikan kepadamu, cukup sudah kejutan yang ingin aku dapatkan, aku teramat takut ketika kau cerita tentang rambut itu, takut dan teramat sekali takutnya, ketika hal itu benar terjadi aku akan hidup di dunia ini dengan sendiri dan tak ada orang yang akan mengajakku untuk ibadah bersama.

Akupun percaya, hidup kita di Dunia ini tidaklah lama, semua orang mengibaratkannya kita cuma numpang minum. Padahal tidak, bisa dibilang kita ini numpang menikmati dan menjaga Syurga yang tak abadi dengan kata lain, pelajaran kalau kita bisa melalui Dunia ini Syurga abadi untuk kita. Kalaupun kita hidup dengan kekejaman, kita juga belajar hidup di Neraka yang abadi. Dan janji Alloh itu tak akan pernah ingkar, dalam hadist juga sudah sering di ungkapkan. Aku cuma ingin hidupku ini berarti dan sanggup membahagiakan orang sekitar dan orang yang aku sayang serta cintai yaitu Azimah Fauziyah.

Kalau banyak yang tanya, " Kenapa memilih Adit ? Kamu nanti yang akan jadi imam, dia makmum ". Aku ikhlas dan rela kalaupun nanti hidupku sebagai nomer 2, tapi yang buat aku bahagia dan tersenyum " Aku bisa melihat orang yang mengangkatku untuk kembali kepangkuan Alloh bisa menikmati Syurga Abadi di Akhirat sana ". Itu saja mohonku, biarkan aku selalu sebagai bahan pembicaraan banyak orang, aku malah suka menjadi terkenal meskipun bukan karena kebaikan, tapi buat apa juga kita menunjukkan kebaikan kita ? Tak ada gunanya dan tak akan  membuat kita berubah, ada yang datang malah cemoohan, dan aku tak mau. Biarkan aku seperti ini, Janjiku akan menjagamu dan menjanjikanmu semua tindakanmu agar dijanjikan oleh Alloh  engkau adalah calon penghuni Syurga, dan aku siap terjatuh untuk ke Neraka, asal aku masih bisa melihatmu dari bawah itu saja.

Aku takut kalau suatu saat aku akan rindu masa kita bersama sebelum kita berpisah, aku tipe orang yang tak suka dengan yang namanya kesedihan dan perpisahan yang sudah aku yakinkan ini akan abadi untuk di dunia. Aku merindukan masa lalu, masa dimana kita masih saling mempelajari, mengerti dan akhirnya menjadi satu, meskipun sesudah menjadi satu masih saja kita seperti tertatih untuk mengimbangi satu sama lain, inilah jalan Tuhan, dan Tuhan tak akan pernah diam ketika melihat hambanya yang selalu berusaha dengan niat yang baik menuju ke jalan-Nya.

Amin, Waasalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar