!--Widget Share Button Melayang Start-->

Kamis, 29 Desember 2011

Sedihku Lagi dan lagi

Mendengar kemarin kau jauh dariku. Perasaan yang pertama takut, khawatir dan ingin sekali menghampirimu kesana, tapi selalu tak mau bicara dan memberikan penjelasan yang nantinya bisa membuatku mengerti. Bagimana bisa mengerti kalau tak ada sebuah penjelasan dari bibir indahmu? Akupun juga bukan orang yang pandai membaca perasaan dan keadaan orang, aku cuma bisa melihat dari kejadian sebelumnya untuk aku pikirkan dimana kesalahan ini berawal. Namun tak semudah dengan apa yang aku bayangkan, mencoba ku ingin masuk ke masalah itu tapi untuk membukanya masalah itu kepada tubuhku yang lemah inipun, kau tak mau. Padahal kalau kau tau, aku selalu ada untukmu.


Hingga pada akhirnya selalu sebuah kebingungan yang selalu ada diakhir, kenapa harus bingung kalau aku bisa membantu dan nantinya aku bisa membuatmu merasa terjaga dan tak akan lagi merasakan sebuah kesendirian dalam hidup? Aku sendiripun sebenarnya takut untuk sendiri, takut untuk menghadapi yang mungkin bisa kubilang ini baru pertama kalinya akan aku lalui. Seperti UASmu besok, kalau kita tau tak ada yang sulit jika kita mau belajar, dan tak ada yang tak akan pernah tau sebelum kita mencoba. Bayangkan saja belum mencoba saja kita sudah berfikiran yang bisa kita bilang akan membuat mental kita down, apa jadinya kalau kita memberikan sebuah pemikiran aku bisa dan aku yakin ini mudah dan tak sesulit dengan apa yang aku bayangkan sebelumnya. Bisa kan ? Memang aku tak merasakan, tapi lebih parah lagi ketika aku dulu harus mengulang dan diberikan kepercayaan teman-teman untuk menghandel 5 teman seangkatanku agar lulus ujian, bayangkan aku dulu yang UN bukan UAS dengan batas waktu yang cukup sedikit 2 Minggu untuk persiapan UN, taukah pada saat itu aku melihat mereka yang menangis karena gagal, mereka yang sedih karena tak percaya kenapa terjadi pada diri mereka masing-masing, dan kenapa harus mereka yang menerima kegagalan? Kalau kamu tau, perasaan itu bukanlah apa-apa dibanding dengan aku, dari awal belajar secara mandiri, dan diakhir juga dituntut untuk mandiri dan sebagai tumpuan teman-teman, betapa berat dan sulitnya ketika itu, terus ku coba meyakinkan mereka kita bisa, soal ini tak jauh beda dari hari kemarin, ayo kita semangat dan pelajari materi kemarin, tak usah memaksa hasil yang maksimal, yang penting kita mengeti saja dan hasil pas-pasanpun tak masalah. Terus aku usahakan seperti itu kepada 5 rekanku, dan alhamdulilah aku bisa. Hingga teman-teman rela memberikan mengumpulkan biaya untuk membiayai aku mengikuti ujian ulang, udah aku cerita pas kita bersama dulu kan? Semua yang aku ucapkan tak pernah bohong, ketika teori mampu dikalahkan oleh pengalaman, akan tetapi pengalaman akan kalah pada keadaan sekarang. Tak selamanya pengalaman itu selalu menjadi pemenang ketika dihadapkan dengan keadaan dan situasi yang berbeda jauh, tapi satu yang harus kita pahami dan kita mengerti.
" Kunci utama dalam melakukan sesuatu, memikirkan sesuatu, dan memberikan sesuatu adalah kita yakin bahwa ini nanti akan memberikan sebuah dampak yang positif bagi kita dan orang sekitar kita ".

Tak pernah aku paksakan untuk kamu berbicara, cukup 3 kali teguran kalaupun tak ingin bicara yasuda aku serahkan semua itu pada yang diatas dan padamu yang mengerti dan mampu menerima kapasitas berfikir. Jangan pernah berfikir berlebihan sebelum mengetahui, akan tetapi berfikirlah bagaimana caranya agar perasaan itu hilang dan menemui jalan keluar yang bisa membuat kita nyaman dan bahagia. Meskipun terkadang jauh dari kebiasaan kita, lakukan sedikit tak usah banyak. Nantinya akan tau, bagimana menjadi orang dan bagaimana rasanya menjadi seorang manusia yang sangat pandai dalam membagi pikiran dan perasaan. Akupun menulis ini bukan berarti aku bisa, bahkan mencoba menjalani apa yang aku tulis ini. Sedikitnya aku meyakinkanmu untuk kesekian kalinya, aku ada disini dan siap untuk direpotkan. Aku simpan hati dan pikiran ini untukmu, biarpun terkadang takut sakit dan banyak lagi, tapi satu yang harus kamu ketahui " ini semua kulakukan karena UHIBUKKI FILLAH ". Jangan lakukan lagi berpergian jauh tanpa aku, kalaupun sampai nekat melakukannya lagi, siap-siap jaga diri. UHUBUKKI FILLAH Bunda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar