Dulu aku mulai kisah ini dari Blog ini. Aku suguhkan banyak sekali rangkaian kalimat yang seolah membuatmu merasa terjaga dan yakin akan semua tulisan ku terdahulu. Tapi hari ini, berkaitan hari kemarin aku telah melakukan sebuah kesalahan terbesar yang aku lakukan untuk kedua kalinya. Sebenarnya ini semua kulakukan hanya karena khawatir terhadap kesehatanmu, bukan masalah yang besar, ini masalah kecil. Tapi benar apa katamu, masalah kecil akan menjadi besar apabila tidak sesegera mungkin di tindak lanjuti. Aku mengakui aku manusia yang lemah dan tak sepandai laki-laki lain, tapi aku mempunyai maksud yang baik dibalik semua ini. Aku tak ingin kisah kita berakhir hanya karena masalah yang kecil ini, mungkin aku bohong, mungkin aku sering ingkar janji, tapi ku tak pernah ingkar untuk berpaling darimu, ingkarku hanya karena khawatirku terhadapmu. Lebih baik sengsara apabila aku tak mampu membuatmu bahagia, berbagai cara sudah aku lakukan agar engkau merasa terjaga disampingku, berbagai upaya sudah aku lakukan agar engkau mengerti bahwa hidupku ini hanya untukmu. Namun semua ini seolah sirna ketika sebuah masalah kecil menerpa kita. Ya Tuhan berikanlah kami kesabaran dan berikanlah kami cara terbaik agar hubungan kami bisa berlangsung dengan baik dan lancar, adapun cobaan yang kau berikan, berikanlah kepada kami yang sekiranya kami mampu untuk menyelesaikannya. Amien
Minggu, 26 Februari 2012
Rabu, 22 Februari 2012
Firasat Hati
Harus dimulai dari mana tulisan ini saya awali, mungkin lebih baiknya diawali dengan Bacaan Basamalah. Bismillahi ..
Tak tau harus bercerita kepada siapa lagi kalau tidak pada tempat ku bernaung di Dunia Maya ini. Ketika perjumpaan tak sempat untuk saling bercerita satu sama lain, Jujur lebih mengkhawatirkanmu bagiku jauh lebih besar daripada mengkhawatirkan diriku sendiri. Meskipun ku tau engkau pandai sekali menutupi sebuah masalah, tapi sikapmu itu tak bisa membohongiku ketika engkau mendapatkan sebuah masalah. Entah itu masalah besar atau kecil sehingga membuatmu terus berfikir hingga Kelelahan sampai pada Pikiranmu dan Sakit sampai pada Hatimu.
Rabu, 15 Februari 2012
Kesedihan Selalu Akhir
Disuatu hari ditengah cerahnya sinar matahari pada saat itu, ada satu pasang kekasih sedang duduk berdua dibawah rindangnya pepohonan nan hijau dan sejuk. Ditengah obrolan mereka bisa terlihat betapa asik dan romantisnya mereka membicarakan suatu hal. Tanpa mereka sadari keasikan mengobrol, datang seorang kakek tua yang menghampirinya, dengan senyum yang ikhlas mereka memberikan beberapa kepingan uang logam untuk kakek tua itu, Namun tidak berhenti disitu, setelah memberikannya sedikit rizki kepada kakek tua itu, mereka mengajaknya untuk makan bersama diarea kebun wisata tersebut. Dengan canda dan tawa mereka, terlihat sangat hangat sekali suasana pada siang itu, percakapan demi percakapan mereka lakukan. Hingga menjurus sebuah petanyaan yang dirasa sudah sewajarnya dalam sebuah obrolan itu muncul. Dimulai dari sepasang kekasih tadi mencoba menanyakan kepada kakek tua tersebut.
Minggu, 05 Februari 2012
Ayo Bund Tatap Mataku

Assalamualaikum wr wb .
Bunda untuk keskian dan bersekian kali lagi ayah memohon maaf, bukan karena ayah ingin membuat Bunda sedih atau menangis. Ayah hanya ingin menghukum diri ayah ketika tak bisa menjaga Bunda dan perkataan Bunda. Seharusnya ayah bisa lebih baik untuk menjaga Bunda, seharusnya ayah bisa membuat Bunda tersenyum ikhlas dan bahagia, namun semua itu selalu tak sesuai dengan apa yang ayah inginkan. Sedih memang dalam hati yang paling dalam, melihat kekasih Alloh yang ayah sakiti, mohon Bunda tatap mata ayah lihat dari dalam, lihat cinta ini tulus Bunda, lihat selalu ketika Bunda merasa ada yang salah dengan ayah. Tatap mata ayah dengan penuh kasih dan cintamu, ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik pada Bunda. Tak pernah membuat Bunda sedih ataupun kecewa. Ayah punya sedikit cerita untuk Bunda, semoga Bunda tak sedih setelah membaca cerita karya ayah ini. Dibaca ya Bunda, ayah mohon ini karya ayah asli bukan dari siapa, akan tetapi ini inspirasi dari Bunda.
Langganan:
Komentar (Atom)
